Tiga Visi Hidup dan Peran Manusia dalam Kehidupan

Setiap orang pasti tahu bahwa kewajibannya lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Setiap orang pasti tahu bahwa waktu adalah sesuatu yang tidak boleh disia-siakan. Jika diperhatikan, setiap orang memiliki peluang yang sama untuk memaksimalkan peran dalam kehidupan. Peran tersebut sudah kita miliki sejak lahir.

Setiap orang pasti tahu bahwa kewajibannya lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Setiap orang pasti tahu bahwa waktu adalah sesuatu yang tidak boleh disia-siakan. Jika diperhatikan, setiap orang memiliki peluang yang sama untuk memaksimalkan peran dalam kehidupannya. Peran tersebut sudah kita miliki sejak lahir. 

Dikatakan dalam surah Al-Isra ayat 84 yang artinya,

“Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhan-mu lebih Mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”

Dari ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa Allah Swt sudah menentukan bagaimana peran setiap manusia yang akan turun ke muka bumi. Semua hal telah Allah atur sesuai dengan kemampuan, kondisi, dan keadaan kita masing-masing.

Visi Hidup Manusia

Sebelum memaksimalkan peran sebagai manusia, kita harus terlebih dahulu mengetahui visi hidup kita. Nah, kalau menurut Islam visi hidup manusia itu ada 3: 

1. Beribadah: sholat lima waktu, puasa, zikir, membaca qur’an, dan lain-lain.

2. Mengurus bumi/menjadi khalifah: menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan orang lain. 

3. Bermanfaat/rahmat: menebar kebaikan seluas-luasnya, berdakwah, dan lain sebagainya. 

Oleh karena itu, tujuan hidup manusia adalah untuk menebar manfaat melalui peran yang mereka punya. Namun perlu diingat, jangan sampai kita serakah untuk mengambil semua peran, yang mana nanti akan membuat diri kita kebingungan dengan tujuan hidup kita yang sebenarnya. 

Memperkuat Peran Sebagai Manusia Dalam Menjalani Kehidupan

Dalam menjalani dan menentukan tujuan hiduphampir setiap orang akan bertemu dengan berbagai rintangan dan hambatan. Hanya saja hambatan dan rintangan yang dilalui oleh setiap orang tentu tidak akan sama. Ada yang harus menghadapi jalanan berkerikil, ada yang langsung melalui jalanan mulus, bahkan ada pula yang sedang berusaha menyeberangi derasnya arus sungai.

Maka perkuatlah peran kita dengan mengenal dan menggali potensi diri. Kalau kata kang Choqi, Founder Productive School, “Amal besar lahir karena kita menyelesaikan masalah yang besar dan masalah besar hanya bisa diselesaikan oleh orang yang ahli dalam perannya.”

Apakah mau kita menjadi orang yang ahli dalam perannya? Tentu saja! Daripada sibuk menghakimi diri, overthinking, insecure, atau bahkan sampai mengeluh dengan keadaan, lebih baik kita berdamai dengan diri sendiri sambil memaksimalkan peran yang kita punya. 

Yakin saja bahwa semua hal telah Allah tetapkan sesuai porsinya masing-masing. Maka tugas kita sebagai seorang hamba adalah terus meng-upgrade diri dan tetap berada di jalur yang Allah ridhai.

Kemudian, banyak manusia yang sering menuntut kesempurnaan dan lebih sering menjadikan ambisi pribadi diatas segalanya. Padahal tidak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Allah, Sang pencipta alam semesta.

Berjuang Untuk Memahami Makna Kehidupan

Percayalah dalam setiap peran yang dilalui manusia di muka bumi. Setiap langkah yang diukir manusia pasti mempunyai arti. Kita tidak bisa menghakimi manusia satu sama lain. Daripada menghakimi, sepertinya kita perlu meresapi makna kehidupan yang ada. 

Mulailah menyusun kembali langkah demi langkah, membangun kembali mimpi-mimpi yang mulai pudar, dan berhenti untuk membandingkan diri dengan orang lain untuk menjadi hebat. Cukuplah untuk menjadi diri sendiri, kenali siapa dirimu yang sebenarnya dan sebarkan manfaat seluas-luasnya.

Ketahuilah bahwa godaan terbesar yang perlu dikalahkan adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Teruslah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Fokuslah pada setiap proses yang dilewati hingga akhirnya kita bisa berdamai dengan waktu, tanpa ingin berkeluh kesah lagi untuk memutar waktu.

Editor: Musfirah 

Avatar

Nanda Berliana

Lulusan Kesehatan Masyarakat, Universitas Respati Indonesia, Jakarta Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *