Senyum, Sedekah Ringan yang Kerap Terlupakan

Sedekah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan Allah swt kepada ummat-Nya. Sedekah tidak hanya terpaku pada pemberian barang atau harta yang disumbangkan. Tapi sedekah dapat berupa tindakan yang kita lakukan dengan tujuan menolong sesama. Sedekah memiliki banyak cara untuk dilakukan. Ada sedekah yang mudah dilakukan tetapi seakan dilupakan oleh sebagian masyarakat. Senyum adalah sedekah yang amat murah dan bisa memberatkan timbangan pahala kita nanti, sebagaimana dalam hadits nabi.

Amalan ini mudah dilakukan dan tidak memerlukan modal, cukup dengan keikhlasan. Tapi senyuman sangat sulit untuk diterapkan pada zaman modern ini, karena zaman sekarang hampir semua orang tak lagi saling mengenal.

Hadits Mengenai Senyum Adalah Sedekah

Dalam sebuah hadits disebutkan, senyum kepada sesama muslim itu bernilai sedekah.

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (Hadis Riwayat At Tirmidzi No. 1956, Ibnu Hibban No. 474 dan 529, dll).

Dalam hadits lain, disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia denga hartamu, maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan (pada) wajahmu.” (Hadits Riwayat al-Hakim).

Dua dalil di atas bisa menjadi alasan kuat kenapa kita dianjurkan untuk tersenyum kepada orang lain. Selain bahwa senyum adalah sedekah sebagaimana hadits di atas, senyum bisa membuat orang lain memiliki rasa bahagia dan dihargai. Bayangkan saja, apabila kita berbicara kepada seseorang tanpa adanya senyuman. Tentu membuat orang tersebut merasa tidak nyaman.

Budaya Senyum di Indonesia

Seperti yang terdapat pada budaya 5S yang ada di indonesia yaitu salam, senyum, sapa, sopan, dan santun. Sudah sepatutnya kita sebagai generasi muda harus mengamalkan tradisi tersebut. Tapi pada kenyataannya, sedekah yang murah ini seringkali diabaikan oleh kita. Karakter bangsa Indonesia yang ramah pada masa lalu, tidak lagi tertanam saat ini.

Sikap sopan santun yang ada pada diri anak muda mulai pudar. Hal ini terjadi seiring dengan perkembangan zaman dan media sosial yang tak terkendali. Akibatnya, mereka tak lagi memiliki simpati kepada orang lain dan orang yang lebih tua.

Hal ini sangat disayangkan, karena bukan hanya kita rugi karena tak mendapat pahala. Tapi, kita juga menjadi terkesan tidak ramah dan sombong. Namun ada kalanya kita tak memberikan senyuman, yaitu kepada non mahram.

Akan lebih baiknya jika kita menundukan pandangan agar bisa mengendalikan perasaan kepada lawan jenis. Dengan begitu, marwah kita sebagai seorang muslimah akan tetap terjaga dan dijauhkan dari segala hal yang dilarang-Nya. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dan menjadikan kita hamba yang selalu dirindukan-Nya.

Editor: Milly Camelia

Avatar

Fella Zulfah

Mahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UNSIQ - Pelajar yang Sedang Belajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *