Restu Orang Tua adalah Kunci Suksesku

Setiap manusia pasti pernah mengalami sukses di hidupnya dalam hal apapun itu. Kita sering merasa puas dan bangga atas suatu pencapaian yang diraih, tapi pernahkah kita berpikir darimanakah kunci kesuksesan itu berasal? Apakah semua hasil berasal dari diri kita sendiri atau apakah ada restu orang tua yang terlibat di dalam kehidupan kita?

Perlu digarisbawahi bahwa sekecil apapun keberhasilan yang kita dapatkan dan seberapa banyak impian yang telah terwujud itu ada keterlibatan restu kedua orang tua di dalamnya, terutama dari doa seorang ibu. Namun, masih banyak manusia yang merasa hebat dengan apa yang telah dicapainya, seolah-olah kesuksesannya berasal daripada kemampuannya semata.

Lalu, akhirnya manusia terlalu bangga dengan kemampuan yang ia miliki sampai melupakan peran orang tua dalam hidupnya. Padahal ada doa orang tua yang hadir dalam kesuksesannya. Tanpa restunya belum tentu hal-hal dalam hidup bisa terwujud.

Kita pun sering lupa untuk berterimakasih kepada orang tua. Jangankan untuk berterimakasih kepada mereka, bersyukur kepada Tuhan pemilik semesta alam saja masih sering dilupakan, bukankah begitu? 

Selanjutnya, banyak orang sukses di dunia ini yang memiliki hubungan baik dengan kedua orang tuanya karena mereka tahu bahwa ridha Allah adalah ridha orang tua. Seperti yang disebutkan dalam suatu hadis yang artinya:

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi).

Kemudian perlu kita ketahui bahwa tiada batasan doa seorang ibu di hadapan Allah Swt. Sehingga doa ibu untuk anaknya itu sangat mudah dikabulkan oleh-Nya, tetapi masih banyak anak yang tidak percaya dengan hal ini. Padahal seorang ibu senantiasa mendoakan yang terbaik untuk anaknya tanpa diminta sekalipun.

Meminta Restu Orang tua dalam Kehidupan Sehari-hari

Jika boleh berbagi sedikit cerita, dahulu aku sempat belajar bahasa arab dan berbicara dengan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Itu bukanlah hal yang mudah karena aku bukanlah anak yang pandai dalam bidang bahasa. Jangankan mahir, mendalami bahasa arab pun aku tidak terlalu rajin.

Tapi aku tidak tahu entah bagaimana setiap kali ujian berbahasa arab yang aku hadapi untuk kenaikan kelas, alhamdulillah Allah Swt. selalu memudahkanku. Hingga akhirnya aku bisa lulus dengan hasil yang cukup baik.

Lalu, aku sempat bertanya-tanya tentang keberhasilan yang aku dapatkan. Hingga akhirnya akupun tersadar akan suatu hal yang pernah aku lakukan.

Seringkali aku menelpon ibuku, berbicara dan meminta restu dan doa dari beliau. Aku selalu bilang, “Ibu doakan, ya. Semoga semua urusanku dimudahkan oleh Allah dan diberikan hasil yang terbaik.” Ibu selalu menjawab, “Pasti, nak.” Dan ia dilanjutkan oleh nasehatnya yang selalu menenangkan hati.

Hal itu sering terjadi sehingga aku mengerti bahwa ketika Allah Swt. memberikan sesuatu untukku, itu tidak lain karena adanya restu dan doa dari seorang ibu. Dengan restu dan doa dari beliau segala sesuatu yang aku takutkan hilang dan terasa mudah dijalani.  

Dari cerita di atas, semoga kita bisa lebih bersyukur atas apa yang telah kita capai hingga detik ini. Berterima kasih lah kepada orang tua kita, terutama ibu.

Biasakan dari sekarang untuk tidak segan meminta doa dan restu darinya untuk segala langkah yang akan kita ambil. Insya Allah beliau pasti mendoakan untuk kesuksesan anaknya.

Jadi jangan pernah lupa bahwa di balik keberhasilan kita terdapat orang tua yang selalu mendoakan kita dengan tulus di setiap saat.

Artikel ini adalah hasil sunting ulang dari artikel yang telah terunggah sebelumnya di kliktarbiyah.com pada 12 September 2019 dengan judul ‘Kita Boleh Sukses, tapi Ingat Doa Ibumu!’

Editor: Musfirah/Shidqi Mukhtasor

Avatar

Ami Dila Peruri

Mahasiswi Indonesia di IIUM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *