Menguak Konsep Ikigai dari Sisi Islam

Secara harfiah istilah ikigai berasal dari kata “iki” yang berarti kehidupan dan “gai” yaitu nilai. Jadi dapat disimpulkan konsep ikigai merupakan nilai kehidupan. Terkadang ikigai bisa juga diekspresikan sebagai “alasan bangun di pagi hari”. Hal inilah yang menjadi filosofi bagi rakyat Jepang untuk termotivasi dalam menjalani hidup. Ikigai merupakan prinsip hidup bahagia yang dapat mengatasi rasa jenuh dalam menghadapi rutinitas sehari-hari.

Pada tahun 2018, BBC Indonesia melaporkan bahwa Jepang termasuk ke dalam negara yang jam kerjanya paling panjang di dalam artikel ‘Which country works the longest hours?‘. Hal ini berdampak kepada kesehatan masyaratnya. Bahkan dilaporkan juga angka kematian tertinggi terbanyak karena bekerja. Karoshi atau kematian dalam bekerja, merupakan istilah yang lazim dipakai oleh orang Jepang.

Jepang tidak memiliki undang-undang yang mengatur batas-batas maksimum jam kerja mingguan dan lembur. Sehingga dari data statistik yang dihimpun, banyak karyawan yang memiliki penyakit yang berhubungan dengan stres, serangan jantung dan stroke atau bahkan bunuh diri karena tekanan pekerjaan. Di Asia sendiri banyak orang yang bekerja dengan jam kerja panjang karena tidak memiliki batas nasional universal untuk jam kerja maksimum mingguan.

Dalam prinsip hidup orang Jepang ikigai merupakan nilai hidup yang lahir dari kebiasaan orang Jepang. Prinsip inilah yang menjawab persoalan yang harus dihadapi oleh pekerja Jepang. Pada dasarnya ikigai menekankan pada tujuan dan nilai dasar hidup manusia yang dipegang secara terus menerus. Hal ini semacam pengajaran kita untuk hidup kalau tidak mempunyai tujuan dan alasannya.

Pada intinya ikigai merupakan alasan diri kita untuk bangun dari tempat tidur dan menjalani kehidupan. Hal ini bisa disebut passion dalam istilah bahasa inggris. Ada empat pilar dalam ikigai yaitu passion (hal yang kamu cintai dan itu menjadi andalanmu), mission (hal yang bisa kamu lakukan dengan baik), vocational (apakah kemampuanmu layak mendapat bayaran), dan yang terakhir adalah profession (apa yang dibutuhkan dunia darimu).

Penerapan Konsep Ikigai dalam Islam

Proses pencarian ikigai sendiri membutuhkan beberapa langkah dimulai dengan melepaskan diri, harmonisasi kehidupan, kebahagiaan dalam hal-hal kecil dan be present atau menemukan flow. Kemudian kaitkan dengan empat pilar ikigai, maka kamu dapat memperolehnya.
Penggunaan ikigai sebenarnya sudah ada dalam Islam jauh sebelum orang Okinawa (merupakan pulau terkecil yang jauh dari perkotaan, merekalah yang memperkenalkan istilah ikigai untuk pertama kali nya di Jepang). Hal ini tercantum dalam surah Adz-Dzariyaat : 56 “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”. Jika kita lihat dari surah Adz-Dzariyaat ayat 56, maka dapat kita tarik benang merah yaitu tujuan penciptaan manusia adalah hanya untuk beribadah kepada Tuhan (salat/workship)

Untuk mission, tercermin dalam surah Az-Zumar: 11, “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. Dalam penjelasan ‘Dan bumi Allah itu adalah luas’ mengindikasikan bahwa manusia dipersilahkan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapat penghidupan yang baik atau lebih baik dari tempat asal kita.

Dalam hal pekerjaan, Rasulullah saw. bersabda pada beberapa hadis yang menjelaskan pekerjaan-pekerjaan yang baik bagi manusia. Rasulullah saw. bersabda: “Pekerjaan apakah yang paling baik ?” Beliau saw. bersabda: “Pekerjaan seseorang dengan tangannya dan setiap perdagangan yang mabrur (jual beli yang baik dan bersih dari dosa dan dusta).” (Al-Bazzar dari Rifa’ah bin Rafi’). Hadis ini menjelaskan bahwa pekerjaan yang paling baik adalah pekerjaan dengan hasil jerih payah sendiri dan setiap jual beli yang mabrur. Vocational atau mencari rezeki haruslah dari sumber terbaik dan halal.

Mindfulness meditation merupakan salah satu bentuk meditasi. Meditasi mampu mengurangi stres, meningkatkan ketenangan, serta kebahagiaan. Konsep ketenangan hati juga diajarkan Al-Quran melalui ibadah salat dan zikir. Ketika salat dikerjakan dengan fokus dan konsentrasi penuh, salat menjadi terasa lebih nikmat dan muncul ketenangan dalam hati. Bahkan stres dan depresi jauh sama sekali dari pikiran.

Apalagi jika setelah salat dilanjutkan dengan dzikrullah, maka ketenangan dan kebahagiaan lebih terasa. Hal ini terdapat di dalam Al-Quran surah Al-Ankabut: 46, “Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dapat disimpulkan, konsep ikigai merupakan kunci untuk menggapai hidup yang bahagia. Sedang beribadah merupakan salah satu kunci sukses di dunia dan di akhirat. Terkadang kita terlalu fokus buat hidup dunia tanpa memikirkan tujuan kita sebenarnya hidup di dunia. Dengan memahami Al-Quran dan hadis kita tentu bisa tahu maksud kita diciptakan.

Saat kita lelah dengan keberagaman aktivitas dunia, di situlah kita butuh suntikan iman untuk meningkatkan ketaatan kita pada Sang Pencipta. Serta kembali pada tujuan awal kita sebagai manusia. Maka jadikanlah Al-Qur’an dan sunah sebagai pedoman dalam hidup, agar kita selalu mengingat Allah Swt. dalam situasi apapun. Bukankah Allah Swt. juga akan menolong hamba yang selalu mengingat-Nya?

Editor: Alfiyah RA

Avatar

Yelvi Indriani

Anggota Divisi Pensos FOTAR IIUM Periode 20/21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *