Empat Cara Mengurus Hati Menurut Aa Gym

Pada saat ini banyak orang yang merasa paham dan bisa mengurus hati, namun sebenarnya mereka tidak bisa. Padahal, baik dan buruk seseorang tergantung pada hatinya. Orang yang benar-benar paham akan hati sangat sulit dijumpai dan lebih sedikit lagi orang yang bermujahadah untuk mengelola hati.

Ustadz Abdullah Gymnastiar atau yang biasa dipanggil Aa Gym merupakan salah satu ulama yang sering kali membawakan ceramah mengenai hati. Beliau membawakan sebuah ceramah mengenai hati di suatu kajian yang di selenggrakan di Masjid Istiqlal pada tahun 2018 lalu.

Aa Gym berkata bahwasanya terdapat empat tingkatan pada orang yang mempelajari hati. Pertama, adalah orang yang tahu dengan mendengar. Kedua, adalah orang yang paham dengan belajar. Ketiga, adalah orang yang bisa dengan berlatih. Terakhir, adalah orang yang istiqomah dengan bermujahadah.

“Bayangkan yang terpenting dari diri kita adalah hati kita, tapi kita belum paham bagaimana kita bisa mengurus sesuatu yang belum kita pahami. Iman itu adanya di hati. Allah juga menilai, ‘yandzuru ila qulubikum wa a’malikum’. Allah itu melihat ke hati dan amal, bukan kepada jasad kita, rupa kita.” ujar beliau akan pentingnya hati sebagai tempat iman.

Hati adalah komponen paling penting untuk menjadi manusia yang baik, namun sangat disayangkan kita kerap kali hanya mengurus hati saat susah, yaitu saat jatuh hati, sakit hati dan iri hati.

Tiga Jenis Hati

Aa Gym menjelaskan bahwa ada hati memiliki tiga jenis. Ia adalah hati yang mati, hati yang sakit, dan hati yang sehat.

“Hati dibagi menjadi tiga: Qolbun mayyit (hati yang mati), qolbun maridh (hati yang sakit), dan qolbun salim (hati yang sehat).” jelas Aa Gym.

Seseorang yang hatinya mati bisa diibaratkan seperti memiliki jasad manusia, tapi tidak memiliki sifat seperti manusia. Mereka dapat menjadi jahat dan bertindak lebih keji dari hewan.

Lalu orang yang memiliki hati yang sakit, lebih berbahaya daripada orang yang badannya sakit. Sebagai permisalan, apabila kaki seorang pencuri sakit maka ia tidak bisa untuk melakukan pencurian. Namun apabila hatinya yang sakit, ia akan mengabaikan hati nuraninya dan melanjutkan untuk mencuri.

Nah, kitalah orang-orang yang memiliki hati yang sakit ini, tetapi kita sedang berusaha untuk memiliki hati yang sehat. Disebabkan, orang yang memiliki hati yang sehat sudah pasti tidak memiliki banyak dosa. Dan tidak ada satupun dari kita yang luput dari melakukan dosa yang entah disengaja maupun tidak disengaja.

Aa Gym menegaskan bahwa salah satu sifat yang harus dimiliki dari hati yang sehat adalah sifat rahmah. Karena Allah lah yang telah mencotohkan sifat rahmah itu

Wa maa arsalnaaka illa rahmatan lil alamin.” (Dan tidaklah kamu Kami utus kecuali (untuk menjadi) rahmat bagi seluruh alam). QS. Al-Anbiya ayat 107.

Seorang muslim itu akan berakhlak mulia apabila memiliki sifat kasih sayang itu. Sifat kasih sayang ini tidak hanya terbatas pada sesama umat Islam, tetapi juga terhadap non-muslim, hewan dan bahkan alam, karena umat Islam adalah rahmatan lilalamin.

Cara Mengurus Hati

Mempunyai ilmu tentang hati bukan berarti bisa untuk mengurus hati. Menurut Aa Gym, riyadah hati sangat dibutuhkan untuk bisa mengurus hati. Riyadah yang pertama adalah berlatih empati.

Ketika kita melihat hal yang buruk, janganlah langsung menilai bahwasanya mereka melakukan kejelekan. Gunakanlah empati untuk bisa memahami kenapa mereka melakukan sesuatu yang buruk. Mereka melakukan itu bukan berarti mereka mau, namun kebanyakan mereka terpaksa untuk melakukan hal tersebut.

Riyadah yang kedua adalah melembutkan hati. Melembutkan hati dapat dilatih dengan selalu mengingat jasa dan kebaikan orang, sehingga akan timbul sifat rahmah dari dirinya.

Dan riyadah yang ketiga adalah mencintai orang-orang miskin. Berbuat baik kepada orang miskin, meluangkan waktu untuk bersilaturahim dengan mereka, bersedekah tanpa diketahui banyak orang maka insyaAllah akan melembutkan hati.

Cara keempat untuk melembutkan hati adalah sering memberikan hadiah kepada orang lain. Dengan sering berbagi maka itu akan melatih ketulusan dan keihlasan hati kita.

Editor: Shidqi Mukhtasor

Avatar

Musthafainal Akhyar Ramadhan

Mahasiswa IIUM. Penulis senja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *