Apa yang Perlu Diketahui Perempuan Tentang Persiapan Pernikahan?

Sekolah Pranikah Indonesia pada Sabtu, 15 Januari 2021 pukul 19.00 WIB – 21.00 WIB menyelenggarakan webinar Ladies, Let’s Talk About Marriage: Getting to Know A-Z About Marriage Preparation melalui zoom meeting yang dihadiri oleh partisipan wanita di berbagai kota Indonesia bahkan di  Malaysia. Webinar ini membahas tentang segala sesuatu tentang persiapan pernikahan yang harus dipersiapkan oleh para wanita.

Dibawakan langsung oleh putri dari psikolog ibunda Elly Risman, Kak Wina Risman, M.Ed yang juga  berpengalaman dalam bidang parenting motivator, mempunyai keahlian teaching thinking skills serta merupakan salah satu Co-Founder Rumah Keluarga Risman dan ibu dari 3 orang anak. Webinar ini merupakan agenda bersama dengan media partner Forum Tarbiyah IIUM, Shaleeha UGM, IKPM Malaysia, Ceritain.id dan Santri Mendunia untuk mendukung berlangsungnya acara.

Bagi para perempuan, pastinya ingin lebih mempersiapkan diri lagi agar semakin mantap dengan persiapan pernikahan dan berkualitas sebelum menjemput gelar ‘istri’, yang tanggung jawab dan ibadahnya seumur hidup. Mulai dari bagaimana menjadikan diri lebih berkompeten dan memaksimalkan persiapan sebelum pernikahan, sampai bagaimana kelak menjadi mommy yang siap tempur untuk generasi mendatang. Persiapan untuk bisa kerja kantoran saja perlu 4 tahun kuliah, masa untuk persiapan pernikahan dan rumah tangga seumur hidup, kita pergi tanpa perbekalan?

Berikut ini adalah poin-poin penting yang harus diperhatikan untuk mempersiapkan pernikahan dengan baik menurut Kak Wina Risman.

Belajar Agama Adalah yang Utama

Hal yang paling penting dalam pernikahan adalah terus menerus belajar agama! Karena agama adalah buku panduan hidup yang tidak akan lekang oleh masa. Agamalah yang akan memperkokoh hubungan antara suami-istri hingga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah, juga solusi paling bijak dari semua problematika kehidupan rumah tangga.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk setiap muslimah belajar agama seperti fiqh pernikahan, muamalah dengan lawan jenis, fiqh halal-haram, dan lainnya. Harus selalu diingat bahwa setiap ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Riset mengatakan bahwa rata-rata anak bertanya 245 pertanyaan dalam sehari, maka jawaban ibulah yang akan menentukan kecerdasan anaknya kelak.

Kurangnya Persiapan Pernikahan Sejak Muda

Terlalu disibukkan dengan urusan akademis dan karir, sampai kita lupa belajar bahwa nanti akan menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya. Padahal beberapa tujuan pengasuhan untuk anak perempuan adalah menjadi hamba yang baik, menjadi istri yang baik dan menjadi ibu yang baik.

Jika seorang anak tidak diajarkan nilai tersebut, maka akan dikhawatirkan setelah pernikahan ia akan kaget dan ternyata belum siap untuk menjalani pernikahan. Life skills dan time management juga dua hal penting yang harus diajarkan pada anak sebelum menikah.

Cara Memilih Suami

Quality of husband? Disarankan calon suami memiliki ilmu agama yang lebih tinggi dari kita, karena ia adalah pemimpin istrinya dan keluarga untuk menuju Jannah-Nya. Dan karena fitrahnya perempuan adalah banyak bicara, dikhawatirkan jika kualitas agama suami lebih rendah dari kita, kita jadi terlalu banyak menasehati dan menceramahinya.

Hal inilah yang sebenarnya tidak disukai oleh suami karena istrinya seolah-olah menggantikannya menjadi pemimpin. Lihat juga kedekatan ia pada ibunya, pilihlah yang sayang pada ibunya, maka ia juga akan menyayangi istrinya kelak.

Cara ia dibesarkan juga merupakan hal yang boleh ditanyakan kepadanya pada saat taaruf sebelum menikah agar kita mendapat gambaran calon suami kita dan keluarganya. Darinya, kita akan mengetahui apakah kita dan dia dalam satu values yang sama atau tidak. Lihat juga cara ia menjelaskan dirinya dan apa yang ia suka dari kita.

Pertimbangkan juga saat melihat calon mertua, apakah ia senang melihat kita dan kita senang melihatnya? Dalam kata lain, penting bagi kita sama-sama meridhoi atau merestui karena kita akan terhubung dengan mertua seumur hidup meskipun suami sudah tiada. Pada saat ini sering temukan banyak perceraian terjadi bukan masalah antar suami-istri, melainkan masalah antar menantu-mertua

Bagaimana cara mencari suami yang ideal? Salah satu tugas orang tua adalah memastikan atau mencarikan anaknya menikah dengan pasangan yang baik, seperti mendoakan anaknya, berdiskusi dengan anaknya mengenai tipe calon suami yang ia sukai dan tipe calon menantu yang diinginkan. Maka ia termasuk mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang calon suaminya, calon besannya. Kalaupun ingin menolak, tolaklah dengan baik agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti campur tangan sihir dan sebagainya. Na’udzubillahi min dzalik.

Adapun peran anak untuk mencari pasangannya selain minta dicarikan orang tua adalah berdoa sedini mungkin agar nanti dipertemukan dengan jodoh yang baik dan sesuai, bisa juga ikhtiar mencari sendiri di satu circle yang baik. Jika ada orang yang sesuai tipenya, maka hendaknya ia mengajak taaruf yang syar’i melewati perantara, seperti murobbi atau murobbiah atau kawan baik dan bukan lewat pacaran. Adapun visi dan misi berkeluarga pada calon suami juga bisa ditanyakan saat taaruf dan setelah menikah, karena ini juga termasuk hal penting sebelum membangun keluarga yang Allah ridhoi.

Beberapa hal penting yang perlu kita renungkan sebelum memilih calon suami adalah kamulah yang akan menghabiskan sisa hidupmu dengannya, kamulah yang akan mempunyai anak dengannya, dan menuju surga adalah alasan untuk terus berbakti kepadanya.

Hindari 4 Golongan Calon Suami Ini!

  • Laki-laki yang menyukai sesama jenis (Gay).

Ada perkumpulan istri-istri yang para suaminya adalah pelaku gay. Mereka tersiksa karena suaminya sendiri, mereka tidak tahu bahwa sebelum menikah mereka adalah pelaku gay yang tidak terlihat dari penampilan luar dan mereka terpaksa mempertahankan rumah tangga yang hancur demi anak-anaknya.

Oleh karena itu test check-up menjadi penting sebelum menikah untuk memastikan calon suami kita sehat secara mental dan fisik. Biasanya, pelaku gay terbukti dari rusaknya anus, ini juga bentuk ikhtiar dalam memilih pasangan di akhir zaman ini.

  • Laki-laki yang kecanduan permainan daring (dalam jaringan).

Banyak perceraian terjadi karena suami sudah tidak bertanggung jawab lagi disebabkan kecanduan bermain permainan daring.

  • Laki-laki yang kecanduan pornografi.

Karena istri tidak akan mampu memuaskan fantasi suami yang makin memuncak dengan hal baru tiap kali berhubungan suami istri. Dan akan lebih parah jika suami membayangkan orang lain saat melakukannya dengan istrinya.

  • Laki-laki yang merokok

Asap rokok yang dihisap oleh perokok pasif (keluarga) tentunya akan lebih berbahaya daripada perokok aktif, dan bisa jadi anaknya nanti menjadi perokok seperti ayahnya. Oleh karena itu pilihlah suami yang tidak merokok, yang tidak akan membahayakan keluarga dan dirinya sendiri.

Laki laki dengan peter pan syndrome sering meluapkan emosi secara berlebihan. Tak jarang mereka mengalami frustasi yang mengarahkan pada mengasihani diri dan depresi. Mereka senantiasa merasa bersalah, dan kesulitan mengekspresikan perasaan atau cinta.

Meraka juga tidak bisa diandalkan. Mereka sering berganti-ganti tempat kerja karena tidak memiliki ketahanan diri dan tanggung jawab. Lelaki dengan peter pan syndrome tidak punya kepercayaan diri sendiri dan takut berkomitmen. Apabila mereka mengingkari janji, mereka akan menyalahkan orang lain.

Adapun sebab-sebab laki-laki memiliki peter pan syndrome adalah sebagai berikut,

  • Terlalu dimanjakan saat kecil
  • Tidak diajari untuk bersikap dewasa
  • Memiliki kecenderungan untuk melarikan diri dari masalah-masalah kehidupan

Perempuan juga memiliki versi peter pan syndrome-nya sendiri, ia biasa disebut cinderella syndrome. Semoga kita tidak termasuk yang ini ya, ladies! Apa itu cinderella syndrome? Mereka adalah perempuan yang takut menjadi mandiri, sangat membutuhkan orang lain untuk menjaganya. Dan cara melepaskan diri dari cinderella syndrome adalah menyadari jika pola pikir selama ini yang terpengaruh cinderella syndrome adalah kurang tepat dan berdiskusi dengan orang-orang yang pikirannya terbuka yang mampu memberikan masukan.

Okee! Semoga bermanfaat yaa, calon istri sholehah!

Pemateri: Rosalina Awaina Risman

Editor: Akhyar Ramadhan

Syiar Fotar

Syiar Fotar

Syiarfotar - Berdakwah untuk Menciptakan Masyarakat yang Madani. Sebuah media daring Fotar IIUM untuk menyebarluaskan konten dakwah yang meneguhkan iman dan mencerahkan peradaban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *